Bahagia, Obat Kanker Luar Biasa

No comment 277 views

indira-abidin-pengobatanalaminet

PENGOBATAN ALAMI – . Banyak orang yang putus asa ketika dokter mendiagnosa hidup dengan kanker di dalam tubuhnya. Apalagi kalau  terdeteksi sudah mencapai stadium akut. Kanker merupakan jaringan ‘’liar’’ yang hidup di dalam jaringan tubuh yang normal. Kanker sering dianalogikan seperti benalu yang tumbuh di sebuah pohon. Benalunya makin besar, pohonnya makin kurus, kering kemudian mati.

Bahagia adalah sebagai Obat Kanker

Benarkah demikian? Indira Abidin, direktur Fortune PR yang juga penderita kanker berpendapat sebaliknya. Menurut ahli komunikasi itu, kanker sebenarnya bisa dikendalikan.

Bagaimana caranya? ‘’Berbahagialah ketika menerima kenyataan itu. Inilah cara satu-satunya sebgai obat kanker dan untuk mengendalikan kanker secara batiniyah,’’ kata Indira dalam wawancara khusus dengan saya dalam rencana penerbitan buku.

Berbahagia? ‘’Ya. Berbahagialah. Semua yang kita miliki merupakan pemberian Allah. Kekayaan, kesenangan, kesulitan dan rasa sakit merupakan pemberian Allah. Itulah cara Allah menyayangi makhluk-Nya,’’ papar Indira yang didampingi Hana, putri semata wayangnya itu.

Empat tahun silam, Indira dinyatakan dokter mengidap kanker. Tapi dia berusaha menerima kenyataan itu dengan hati yang ikhlas. ‘’Pasti itu pemberian Allah yang terbaik buat saya,’’ kata Indira.

Memang tidak mudah. Tetapi Indira bisa. ‘’Caranya adalah dengan belajar bersyukur terhadap segala yang sudah diberikan Allah kepada saya selama ini. Bersyukur adalah cara belajar untuk merasa bahagia,’’ kata Indira.

Perasaan bahagia ternyata menjadi ‘’penyembuh’’ kanker atau sebagai obat kanker yang luar biasa. Empat tahun kanker itu hinggap di dalam tubuhnya. Tetapi Indira baik-baik saja. Indira tetap aktif sebagai professional komunikasi, memimpin perusahaan public relations dan advertising agency terkemuka di Indonesia.

Menyadari banyaknya penderita kanker di Indonesia, Indira ingin berbagi pengalaman. Maka dibuatlah sebuah blog pribadi dengan domain www.indiraabidin.com. Lewat blog inilah, Indira berbagi cerita dan membangun motivasi bersyukur ‘’Saya menulis setiap pagi di blog itu,’’ papar Indira.

Jerih payah Indira tak sia-sia. Saat ini sudah lebih dari 38 ribu orang yang merasakan manfaat blog tersebut. Mayoritas adalah ‘’penerima kurikulum’’, istilah yang digunakan Indira untuk menyebut ‘’penderita’’. Kata ‘’kurikulum’’ sengaja dipilih agar kanker tidak dipersepsi sebagai ‘’penyakit’’, melainkan ‘’ilmu’’.

‘’Ada pembaca yang sudah putus asa dan berniat bunuh diri kemudian menemukan kesadaran spiritualnya setelah membaca blog saya. Mungkin ini salah satu rencana Allah untuk saya,’’ kata Indira.

Sejak mengelola blog, Indira punya kesibukan baru sebagai konsultan sekaligus motivator pribadi. Setiap hari, ada saja yang menghubunginya, melalui email atau aplikasi jaringan pribadi whatsapp.

Ketika saya mewawancarai selama dua jam, Indira menerima lima pesan pribadi. Tiga pesan dari ‘’penerima kurikulum’’. Dua pesan lainnya dari keluarga penderita yang sudah putus asa. ‘’Saya harus punya waktu penuh untuk merespon mereka, karena kondisinya sudah darurat,’’ jelas Indira.

Langkah pertama yang disarankan Indira adalah berkomunikasi dengan penderita. Berikutnya, memberi saran agar penderita merasa tenang. Setelah itu, Indira menyarankan agar membaca pengalaman para penderita lain yang ada di dalam blog. Langkah terakhir menjalin komunikasi yang intensif dengan penderita hingga semangat hidupnya pulih kembali.

‘’Kalau langkah-langkah itu sudah dilalui, maka penderita itu boleh bergabung di dalam grup Lavender. Grup ini beranggotakan orang-orang yang hidup dengan kanker tetapi sudah memiliki semangat hidup yang tinggi,’’ ujar Indira.

Lavender sejatinya adalah nama yayasan sosial yang dibentuk Indira untuk menolong para penderita. Yayasan Lavender memberi pendidikan dan pelatihan khusus tentang kanker kepada masyarakat yang memerlukan.

‘’Kami menilai kanker bukanlah penyakit. Ia adalah sebuah ilmu. Agar bisa mengelolanya dengan baik, maka semua orang harus mempelajari ilmunya. Nah, Yayasan Lavender ini menyediakan kurikulumnya,’’ jelas Indira.

Sebagai ahli komunikasi, Indira menyadari bahwa mengelola blog saja tidak cukup. Apalagi, masyarakat Indonesia sangat menggemari video. Indira sekarang belajar menjadi vlogger atau video blogger.

Saat saya mewawancai akhir pekan lalu, Indira tengah sibuk shooting untuk membuat dua video yang akan ditayangkan di kanal Youtube dan Facebook. ‘’Sekarang saya memproduksi video dibantu orang lain. Setelah ini saya akan memproduksi sendiri dan mengedit sendiri,’’ janji Indira.

Luar biasa Indira. Saya pun berbahagia menjadi penulis bukunya.

Jakarta, 12–12–2016

Joko Intarto

Catatan: Buku ini akan diterbitkan Lavender Publishing untuk memperingati hari Kanker Sedunia pada tanggal 4 Februari 2017. Pengobatanalami.net juga akan melayani pemesanan buku ini.

author
Author: 

    Leave a Reply